Menanggapi hal ini, Juru Bicara Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Bireuen, Tgk. M. Saleh (Abu Alfie), angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Partai Aceh (PA) bukan milik segelintir individu atau kelompok tertentu, melainkan milik seluruh masyarakat Aceh.
"Isu yang beredar itu tidak benar. Menurut kami (JASA), Partai Aceh adalah milik bangsa Aceh. Jadi, siapa pun yang memiliki kapasitas dan niat baik dapat mencalonkan diri untuk memimpin Partai Aceh," ujar Abu Alfie.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa para pengurus PA bukanlah orang sembarangan. Mereka memiliki pengetahuan luas dalam dunia politik, sehingga diyakini dapat membuka peluang bagi siapa saja yang memiliki kemampuan dan cita-cita besar untuk kemajuan Aceh melalui Partai Aceh.
Ketua JASA Wilayah Batee Iliek, Tgk. Mauliadi, turut mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak yang berusaha memprovokasi Partai Aceh di Bireuen. Ia menegaskan bahwa selama ini PA di Bireuen selalu memberikan ruang bagi putra-putri Aceh untuk berkiprah dalam membangun partai.
"Setahu saya, Partai Aceh Bireuen memberi kesempatan bagi siapa pun yang ingin berkontribusi. Partai ini lahir dari semangat perdamaian MoU Helsinki 2005 silam, bukan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu, tetapi untuk seluruh anak bangsa," tegasnya.
![]() |
Foto Spanduk bertulisan "Partai Aceh Bukan Milik Pribadi atau Kelompok" |
Spanduk yang muncul di tengah dinamika politik ini pun memicu berbagai spekulasi di masyarakat. Namun, bagi JASA, semangat kebersamaan dan keterbukaan tetap harus dijaga demi keberlanjutan perjuangan politik rakyat Aceh.